Pada 19:43:07, semalam aku mendapat sms dari kawanku

“Kt rasul, jk sorg lk2 mnkah, dy dianjurkan mengutamakan gdis prwn dn tdk mandul. lalu bgmn jk= prwn tua dan mandul, jnd tp bany anak?”

kata rasul, jika seorang menikah, dia dianjurkan mengutamakan gadis perawan dan tidak mandul. lalu bagaimana jika perawan tua atau janda tua tapi banyak anak?

Ah….Di…kita perempuan selalu kitis bertanya. Sebenarnya barangkali pertanyaan itu adalah manifestasi dari rasa takut yang merajai pikiran. Apakah tidak boleh, perempuan memikirkan ini untuk ancang-ancang jaminan keamanannya?

Tidak ada satu manusiapun inin tersakiti, ingin menjadi kedua, ketiga atau yang ter. Menjadi manusia yang tidak diperhitungkan, perempuan atau lakik-laki.

kupikir, bertapa baik Rasulullah, beratapa Islam ingin memberi yang terbaik bagi umatnya. dengan menikahi seorang yang tidak mandul kemungkinan regenerasi Islami akan lebih besar. Apakah kelebihan ini hanya untuk laki-laki ?

Ternyata Rasulullah menjadi teladan yang amat patut untuk dicontoh. Beliau menikahi janda tua Sa’adah yang tidak memberinya keturunan.

kawan..apakah tulisan ini mengindikasikan aku rela menjadi perempuan kesekian bagi seorang laki-laki? atau menjadi perempuan yang tidak diperhitungkan karena kekuranganku? Aku mengimani nash itu ! Allah lah yang maha tahu apa yang terbaik bagi setia hamabaNya. Tetapi tahukah? akupun ingin menjadi hamba yang kuat, hamba yang berdaya. Sehingga aku tetap tunduk dalam keadaan apapun. Sendirikah¬† atau bersamanya…