Sebuah ungkapan tertulis dalam sebuah majalah komunikasi mahasiswa “Aku menulis maka aku ada”. Ya, yang sedang saya baca adalah kutipan wawancara antara seorang dosen dengan seorang kuli media. Wawancara tersebut berisi tentang kemauan seorang dosen untuk menulis. Tulisan yang dimaksud tentu adalah sebuah karya ilmiah. Wujudnya, bisa buku atau jurnal ilmiah lainnya.
Pada dasarnya setiap dosen punya kemampuan menulis. Tentunya kemampuan tersebut harus dibarengi dengan kemauan yang keras dan komitmen yang tinggi. Seorang dosen harus harus memiliki kemampuan melakukan menejemen waktu yang baik, antara mengatur waktu untuk kepentingan tugas mengajar, riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Lalu bagaimana agar semangat menulis juga dimiliki oleh seorang mahasiswa? Drs. Slamin, M.Comp.Sc, Ph.D, menyatakan bahwa untuk mengembangkan semangat menulis dalam diri seorang mahasisiwa adalah menuntut mereka untuk melakukan riset atas suatu permasalahan. Hal tersebut bertujuan agar mereka terhindar dari budaya copy paste atau plagiasi